MenuKuliner.net

3 Makanan Khas dari Provinsi Riau yang Berbahan Dasar Udang, Semuanya Bikin Ngiler!

Diposting pada 24 November 2023

Riau cukup terkenal dengan hasil lautnya, tak terkecuali udang. Tak heran jika ada sejumlah makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang. Bagi kamu pecinta seafood, maka jangan sampai lewatkan kuliner tersebut saat berkunjung ke Kepulauan Riau.

Inilah Makanan Khas dari Provinsi Riau yang Berbahan Dasar Udang

Berikut sejumlah makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang:

Cincalok

Makanan ini sebenarnya berasal dari Kalimantan Barat, tapi akhirnya berkembang sebagai kuliner di daerah Kepulauan Riau. Bagi kamu yang belum tahu, cincalok adalah hidangan dari olahan udang kecil yang telah melalui proses fermentasi. Kuliner yang satu ini pun telah menjadi salah satu makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang.

Meski terkesan sangat sederhana, hidangan ini memiliki cita rasa yang sangat nikmat. Apalagi jika disantap bersama nasi hangat dan tambahan sambal. Kamu yang menyantapnya dijamin akan terus ketagihan. Hal menarik dari cincalok bukan hanya rasanya yang istimewa melainkan juga proses pengolahan hidangan ini ternyata juga cukup mudah, tapi membutuhkan waktu yang terbilang lama.

Sebelumnya, udang harus dicuci terlebih dahulu menggunakan air laut lalu dicampur dengan garam. Udang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan didiamkan dalam kurung waktu tertentu. Dalam hal ini, masyarakat Riau biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 hingga 30 hari. Setelah melalui proses tersebut, barulah udang bisa disebut cincalok dan selanjutnya dapat diolah kembali.

Masyarakat setempat umumnya mengolah cincalok dalam beragam jenis, mulai dari diolah menjadi sambal hingga diolah dengan campuran ikan asin. Keduanya sama-sama memiliki sensasi rasa yang lezat. Tidak hanya juara dari segi rasa, kuliner yang satu ini ternyata juga menyimpan nutrisi yang sangat besar.

Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang sengaja dilakukan untuk mengevaluasi gizi dari cincalok. Hasilnya, makanan ini mengandung protein yang terbilang tinggi yakni sekitar 18 hingga 19 persen. Oleh karena itu, cincalok sangat disarankan untuk dikonsumsi, tapi tentu saja tetap dalam batas wajar.

Gulai Belacan

Makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang berikutnya adalah gulai belacan. Penamaan belacan ini diperoleh dari salah satu nama suku yang ada di Riau yakni Suku Belacan yang maknanya terasi. Dari makna itulah, masyarakat setempat akhirnya membuat sebuah hidangan dari bahan dasar terasi. Salah satu hidangan tersebut adalah gulai belacan yang dibuat menggunakan terasi dan udang.

Adapun jenis udang yang digunakan dalam pengolahan masakan ini adalah udang laut maupun udang air tawar. Keduanya pun tak jauh beda karena memiliki rasa yang sama-sama nikmat. Hal istimewa dari hidangan gulai belacan ini adalah kuahnya. Pengolahan kuah gulai belacan menggunakan sederet bahan dan rempah. Mulai dari santan, asam Jawa, kemiri, hingga lada. Adapun terasi yang digunakan dalam pembuatan gulai belacan berasal dari fermentasi udang rebon atau ikan.

Hal istimewa dari hidangan ini bukan hanya soal kuah kentalnya yang kaya dengan cita rasa. Lebih dari itu, gulai belacan juga memiliki sensasi rasa manis dan gurih. Hal ini karena udang yang digunakan sebelumnya telah diolah dengan campuran kecap manis dan susu. Oleh karena itu, perpaduan rasa yang dihasilkan sangat sempurna.

Biasanya, masyarakat menyajikan gulai belacan bersama ketupat atau lontong. Namun, tetap lezat pula walau hanya sekadar disantap dengan nasi hangat. Sensasinya yang bikin nagih membuat hidangan ini juga sering dimasak sebagai menu hari raya. Kamu wajib mencicipi makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang ini untuk membuktikan sendiri cita rasanya.

Sambal Belacan

Jenis sambal satu ini konon merupakan sambal khas Medan dan Pulau Belitung. Meski begitu, tak sedikit referensi yang menyebut bahwa sambal belacan termasuk makanan tradisional yang telah ada sejak lama di Lingga. Ini merupakan salah satu wilayah yang terletak di Kepulauan Riau.

Tak jauh beda dengan gulai belacan, sambal belacan juga dibuat dengan bahan dasar udang kecil yang dihaluskan. Kadang pula dalam proses pembuatan tersebut menggunakan ikan kecil. Udang dan ikan kecil yang dihaluskan ini kemudian difermentasi hingga menjadi terasi atau disebut belacan oleh masyarakat setempat.

Jika kamu bertanya mengenai perbedaan terasi dan belacan, maka kedua bahan ini sebenarnya sama saja. Namun, terasi belacan memiliki warna yang lebih cerah karena saat pengolahan masyarakat biasanya menambahkan pewarna. Hal ini berbeda dengan terasi di daerah Jawa yang warnanya cenderung gelap.

Selain itu, rasa belacan juga terbilang lebih ringan sementara terasi di Jawa memiliki sensasi yang lebih kuat. Meski begitu, rasa belacan dijamin tak kalah sedap dengan terasi pada umumnya. Tak heran jika belacan dijadikan bahan utama dalam pembuatan sejumlah makanan, salah satunya sambal.

Pengolahan makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang ini juga tak sulit dan hampir sama seperti sambal lainnya. Belacan hanya perlu ditambahkan sejumlah bahan rempah lainnya seperti cabe, bawang merah, bawang putih, gula merah, lengkuas, perasan jeruk nipis, daun salam, hingga tomat. Sambal ini juga tetap ditambahkan udang sehingga sangat cocok jadi lauk.

Kamu hanya perlu siapkan nasi hangat dan santap dengan sambal belacan dijamin sudah bikin kamu cukup kenyang. Apalagi sensasi nagih dari sambal ini akan membuatmu ingin terus menambah nasi.

Itulah beberapa makanan khas dari Provinsi Riau yang berbahan dasar udang. Hidangan mana nih yang paling bikin kamu ngiler?

Imam Thoib

Seorang programmer yang suka menjelajahi berbagai macam rasa. Suka tidur, makan dan nonton. Sesekali menulis untuk menunjukkan eksistensi.

Rekomendasi

©2024 MenuKuliner.net.