MenuKuliner.net

Rujak Cingur Merupakan Makanan Khas Daerah Mana? Ini Jawabannya!

Diposting pada 24 November 2023

Rujak cingur adalah makanan khas daerah yang disukai banyak orang karena nagih dan mengenyangkan. Cita rasa yang ditawarkan mulai dari manis, gurih, pedas, hingga asin. Istilah cingur sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya mulut atau moncong.

Jadi bahan utama untuk membuat rujak cingur adalah mulut atau moncong sapi yang dicampur dengan bahan-bahan lain berupa sayuran.
Lantas, rujak cingur merupakan makanan khas daerah mana? Ini jawabannya!

Inilah Jawaban Rujak Cingur Merupakan Makanan Khas Daerah Mana

Rujak cingur adalah makanan khas Surabaya yang unik dan populer. Saking populernya, kamu bisa menemukan kuliner khas satu ini di jalanan-jalanan kota Surabaya hingga restoran. Meskipun berasal dari Surabaya, namun konon kabarnya rujak cingur sebenarnya datang dari budaya Timur Tengah. Simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui lebih dalam mengenai rujak cingur!

Dimulai dari Timur Tengah

Rujak cingur sangat identik dengan kota Surabaya. Ketika berkunjung ke Surabaya, banyak orang yang tidak ingin ketinggalan cita rasa makanan khas satu ini. Namun nyatanya rujak cingur bukan asli dari Surabaya. Asal usul makanan khas ini adalah Timur Tengah. Sangat jauh ya?

Sejarahnya dimulai di negeri Masiran yang dipimpin oleh Raja Firaun Hanyokrowati. Ketika sang Raja ulang tahun, ia ingin mendapatkan hidangan yang paling spesial. Oleh sebab itu Raja memanggil semua ahli masak untuk menyiapkan hidangan tersebut. Raja mencicipi semua masakan, namun tidak ada yang sesuai dengan ekspektasinya.

Pada saat itu, seorang bernama Abdul Rozak akhirnya membawa makanan berbungkus daun pisang. Raja akhirnya mencicipi hidangan sederhana tersebut setelah dipersilahkan oleh para pengawal.

Awalnya Memakai Cingur Unta dan Bernama “Rozak Cingur”

Makanan sederhana yang dibawa oleh Abdul Rozak membuat sang Raja senang. Pasalnya rasa yang dihadirkan sangat enak hingga membuatnya terus melahap makanan tersebut. Kemudian Raja bertanya pada Abdul Rozak nama makanan yang disajikan.

Namun karena makanan tersebut memang makanan baru, Abdul Rozak belum memberikan nama pada makanan tersebut. Cita rasa kenyal dari makanan yang dibawa Abdul Rozak juga membuat sang Raja merasa penasaran dan menanyakannya.

Abdul Rozak kemudian menjawab bahwa kenyal-kenyal pada makanan tersebut berasal dari bahan utama berupa cingur unta atau moncong unta. Raja akhirnya memberi nama makanan tersebut “Rozak Cingur” yang berarti Rozak yang membuat makanan dan cingur dari mulut unta. Makanan Rozak Cingur mulai dikenal bahkan masuk ke catatan negara.

Munculnya Istilah “Rujak Cingur” Hingga Sampai ke Surabaya

Abdul Rozak yang bisa membuat Raja puas dengan makanannya akhirnya memenangkan sayembara. Banyak hadiah yang diberikan atas kemenangannya. Mulai dari sebidang tanah, sebuah kapal, dan tentu saja diangkat menjadi juru masak istana yang istimewa.

Namun Abdul Rozak ternyata tidak berminat dengan berbagai hadiah mewah dari kerajaan tersebut. Ia hanya menerima sebuah kapal yang ingin digunakan untuk berpetualang. Untuk menghormati Raja dan kerajaan, ia juga memberikan resep rozak cingur yang sangat disukai oleh Raja.

Selanjutnya dengan kapal yang diberikan Raja, Abdul Rozak mulai menjelajah dan berpetualang. Akhirnya ia pun sampai di Pelabuhan Tanjung Perak. Di sana lah awal mula Abdul Rozak memperkenalkan makanan rujak cingur pada masyarakat Surabaya.

Sayangnya unta tidak banyak ditemukan di Indonesia sehingga Abdul Rozak sulit membuat rozak cingur yang otentik khas Timur Tengah. Akhirnya dia memutuskan untuk mengganti cingur unta dengan cingur sapi yang lebih mudah ditemukan di Surabaya.

Siapa sangka, cingur sapi memiliki cita rasa yang lebih lezat. Masyarakat Surabaya mulai tertarik untuk mencicipi kelezatan makanan dari Abdul Rozak. Akhirnya lama kelamaan rozak cingur mulai populer dan semakin dikenal secara luas. Akan tetapi masyarakat merasa sulit menyebutkan kata “rozak” pada makanan rozak cingur. Akhirnya istilah tersebut berganti menjadi rujak seperti yang kita kenal saat ini.

Meskipun namanya berganti, namun makanan tersebut masih otentik seperti hasil kreasi Abdul Rozak. Sekarang kamu bisa menemukannya dengan mudah di Indonesia, terutama Surabaya karena menjadi makanan khas Surabaya. Jadi jika bertanya rujak cingur merupakan makanan khas daerah mana, maka jawabannya adalah Surabaya.

Ciri Khas dan Cara Membuat Rujak Cingur

Sudah mengenal sejarah dari rujak cingur? Selanjutnya kamu mungkin penasaran dengan ciri khas dan cara membuat makanan ini. Rujak cingur sendiri termasuk salad karena memakai bahan berupa buah-buahan dan sayuran. Beberapa isiannya seperti mangga muda, irisan timun, kedondong, nanas, kangkung, tauge, kerahi atau timun khas Jawa Timur, bengkuang, kacang panjang, dan tentu saja congor sapi.

Tidak hanya sayuran dan buah saja, rujak cingur juga memakai bahan pelengkap lain seperti lontong, tempe goreng, tahu, dan bendoyo. Itulah sebabnya rujak cingur cukup mengenyangkan dan sering dijadikan menu makan pagi, siang, atau malam. Ada dua cara penyajian rujak cingur yang bisa kamu temukan yaitu biasa dan matengan.

Penyajian biasa yaitu semua bahan langsung disajikan dengan bumbu. Sementara matengan hanya memakai bahan-bahan yang matang. Jadi bahan seperti buah-buahan yang tidak dimasak tidak dimasukkan ke dalam rujak cingur.

Adapun bumbu yang dipakai untuk rujak cingur adalah petis udang dan irisan cingur. Bumbu inilah yang membuat cita rasanya lezat dan berbeda dari salad-salad lainnya. Kamu bisa menyantap rujak cingur dengan kerupuk agar semakin lezat.

Apakah pembahasan di atas sudah menjawab pertanyaanmu tentang rujak cingur merupakan makanan khas daerah mana? Semoga sudah ya. Selain memiliki sejarah yang cukup panjang, rujak cingur memang menjadi makanan khas yang layak kamu coba. Bahkan kamu bisa lo membuatnya sendiri. Semoga membantu!

Imam Thoib

Seorang programmer yang suka menjelajahi berbagai macam rasa. Suka tidur, makan dan nonton. Sesekali menulis untuk menunjukkan eksistensi.

Rekomendasi

©2024 MenuKuliner.net.